Tuesday, November 26, 2024

0

Biarkan

 




: Pippi

biarkan hari-harimu berjalan
dengan tawa kekanakanmu
biarkan gelombang menerpa
kau akan jadi karang di sana

lihatlah dunia sekitarmu
ada kebaikan di tengah kegelapan
rengkuhlah dalam senyuman
akan kau lewati segala yang keruh

biarkan hangat senyuman
menemani perjalanan yang tak mudah
biarkan orang berkata
hanya kita yang tahu seperti apa

berbagai peristiwa adalah santapan
membuatmu menjadi lebih kuat
berbagai terpaan yang mengguncang
adalah timbunan kesabaran

bsi, 2024

Monday, November 25, 2024

0

Pj Gubernur Sulsel, Prof Zudan Kendalikan Inflasi Untuk Genjot Peningkatan Ekonomi

 

Sembako murah di Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, 11 Juni 2024
 (Foto: RRI/Ayunia) 

Kepemimpinan yang kuat dan kebijakan yang tepat membuat daerah dapat berkembang pesat. Roda pemerintahan berjalan pada relnya, dan masyarakat menikmati hasilnya.

Gambaran itu yang terpampang dan menjadi nyata dalam kepemimpinan Zudan Arif Fakrulloh sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel). Ia dilantik pada 17 Mei 2024 setelah menjabat sebagai Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri selama 8 tahun  9 bulan.

Saat ini Prof Zudan, sapaannya, juga merangkap sebagai Sestama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) sejak 15 Maret 2023.

Dalam triwulan menjabat sebagai Pj Gubernur Sulsel, Prof Zudan sudah menorehkan prestasi yang mengagumkan. Sulsel meraih penghargaan insentif atas kerja tahun berjalan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Penghargaan insentif fiskal sebesar Rp 6,1 miliar itu diberikan atas keberhasilan Sulsel mengendalikan inflasi periode pertama 2024.10.21

Jumlah insentif fiskal yang diterima Pemprov Sulsel itu merupakan terbesar kedua di Indonesia setelah Provinsi Lampung.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian kepada Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Zudan Arif Fakrulloh di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat (Jakpus), Seni, 5 Agustus 2024.  

Pencapaian prestasi itu menunjukkan tangan dingin Prof Zudan. Sesuatu yang juga ia lakukan saat menjadi Pj. Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) pada 2023, dengan meraih penghargaan sebagai  Pj Gubernur Kesejahteraan Rakyat kategori fiskal rendah, dan pemenang Pj Gubernur Kinerja Total dengan kategori fiskal rendah.

Dalam triwulan menjabat sebagai Pj Gubernur Sulsel, Prof Zudan sudah menorehkan prestasi yang mengagumkan. Sulsel meraih penghargaan insentif atas kerja tahun berjalan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Penghargaan insentif fiskal sebesar Rp 6,1 miliar itu diberikan atas keberhasilan Sulsel mengendalikan inflasi periode pertama 2024.10.21

Jumlah insentif fiskal yang diterima Pemprov Sulsel itu merupakan terbesar kedua di Indonesia setelah Provinsi Lampung.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian kepada Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Zudan Arif Fakrulloh di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat (Jakpus), Seni, 5 Agustus 2024.  

Pencapaian prestasi itu menunjukkan tangan dingin Prof Zudan. Sesuatu yang juga ia lakukan saat menjadi Pj. Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) pada 2023, dengan meraih penghargaan sebagai  Pj Gubernur Kesejahteraan Rakyat kategori fiskal rendah, dan pemenang Pj Gubernur Kinerja Total dengan kategori fiskal rendah.

Meski mendapatkan penghargaan, Prof Zudan merasa apa yang didapat tak lepas dari arahan Mendagri, yang secara rutin diberikan kepada para kepala daerah dalam mengendalikan inflasi.

"Arahan (itu) kami terapkan sepenuhnya, termasuk dari Kepala Badan Pangan Nasional, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP), Satuan Tugas (Satgas) Pangan, serta Menko Kemaritiman," ujar Prof.Zudan dalam rilis persnya, Jumat, 9 Agustus 2024..

Menumbuhkan

Prof Zudan yang juga Ketua Umum Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Nasional periode 2022--2027, berpendapat bahwa capaian tersebut merupakan karya bersama dari TPID Sulsel yang dirintis Bahtiar Baharuddin, PJ Gubernur Sulsel sebelum Zudan.

"Pak Bahtiar sudah meletakkan landasan yang bagus sehingga saya tinggal melanjutkannya," jelas Prof  Zudan.

Penggemar bonsai dan olaraga karate mengungkapkan, sejauh ini, inflasi di Sulsel terkendali pada kisaran 1,7 persen. Hal ini perlu dijaga sampai akhir 2024.

Ia menegaskan, inflasi harus selalu dikendalikan. Dalam kaitan itu,  Gerakan Pangan Murah (GPM) dan subsidi langsung kepada para produsen, pedagang, dan sarana transportasi perlu dilakukan.

GPM merupakan kegiatan rutin untuk  menjaga stabilitas harga pangan, dan termasuk berhasil. Hal itu karena pihak terkait benar-benar bersinergi untuk upaya menstabilkan harga mulai dari Forkopimda, BUMN, BUMD hingga PKK.

Berbagai komoditas pangan dijual dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasaran. Seperti beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dijual dengan harga Rp58.000 per 5 kg yang biasanya dijual Rp65.500 per 5 kg, serta minyak goreng dan gula pasir juga ada.

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Muhammad Arsjad, harga berbagai komoditas itu turun antara 5 sampai 10 persen. Gerakan ini tidak hanya dilakukan pada peringatan hari tertentu saja

Keberhasilan tersebut menuai pujian dari Guru besar Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Marsuki DEA yang menilai bahwa pengendalikan inflasi tak lepas dari kepemimpinan Prof Zudan.

Meski baru tiga bulan menjabat (dilantik pada 17 Mei 2024), mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) itu dinilai berhasil menumbuhkan perekonomian dan mengendalikan inflasi. Kepemimpinannya membawa Sulsel ke arah yang lebih baik.

Capaian hal positif ini tak lepas dari tata kelola pemerintahan dan tata kelola ekonomi yang baik.

Pembangunan ekonomi yang baik membuktikan bahwa Pak Pj Gubernur Sulsel itu terus berusaha menjaga dan berusaha meningkatkan tren perkembangan beberapa indikator perekonomian Sulsel.

Hal itu terlihat dengan berbagai terobosan kebijakan-kebijakan yang bersifat jangka pendek namun tetap memperhitungkan dampak jangka menengah, dan panjang, kata Marsuki dalam keterangannya, 19 Agustus 2024.

Selain mampu melanjutkan kebijakan gubernur sebelumnya, Prof Zudan juga dinilai mampu menyempurnakan dan merealisasikan program kerja untuk memberdayakan ekonomi lokal daerah di sektor pertanian.

Hal lain yang penting, terbangunnya kepercayaan masyarakat, karena Prof Zudan membenahi pengelolaan APBD. Komunikasi aktif juga terjadi dengan para pejabat daerah, memanfaatkan media teknologi informasi/zoom untuk berkoordinasi.

Penanganan Baik

Capaian kerja selama Mei-Agustus 2024 juga mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) usai menyampaikan presentasi tentang apa yang sudah dicapai selama triwulan pertama.

Dalam pemaparannya di Inspektorata Kemendagri pada 12 September 2024, Prof Zudan menyampaikan delapan hal. Yakni pengendalian inflasi dengan baik, penanganan stunting, pelayanan publik, tingkat pengangguran terbuka, kemiskinan ekstrem, kesehatan, dan penyerapan anggaran.

Tentang masalah inflasi, Prof Zudan menjelaskan secara detail dengan kemasan yang baik. Inflasi Sulsel Y on Y sejak Bulan Mei sampai dengan Bulan Juli 2024 terkendali melalui Upaya Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 24 kabupaten/kota. Selainitu terdapat peningkatan penyaluran komoditi pangan pokok strategis, berkerjasama dengan mitra penyedia, yakni Bulog.

"Inflasi pada Bulan Mei sebesar 2,42 persen,Juni sebesar 2,03 persen, Bulan Juli 2024 menjadi 1,74 persen," jelas Prof Zudan.

Usai presentasi itu, evaluator menyampaikan apresiasinya terkait penyajian-penyajian yang komprehensif,

"Penanganan dan pengendalian inflasi ini sangat baik dan juga pemaparannya," ujar Dr Kastorius Sinaga, salah satu evaluator.

Langkah-langkah pengendalian inflasi, dengan melakukan pengendalian harga dengan melakukan pasar murah menunjukkan penganganan yang baik. Langkah itu secara umum akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Sulsel.

Menurut para evaluator, bahan materi sangat lengkap yang disajikan lengkap dengan data-data dan kondisi di Sulsel.

"Ini benar-benar Pak Gubernur melakukan pemeriksaan dalam proses pembuatan ini terjun langsung. Dan kami melihat bahwa pemaparan tadi ini komprehensif," ujar Ahmad Husain Tambunan, usai evaluasi kepada awak media.

Berbagai prestasi yang dicapai  ini menjadi bukti bahwa Sulsel berada di tangan yang tepat untuk menghadapi tantangan masa depan. ***

Sumber : https://www.kompasiana.com/johannessugianto/671599c0c925c42bf910ab92/mengendalikan-inflasi-meningkatkan-ekonomi-sulawesi-selatan?page=4&page_images=1


0

Hugo Mengantarkan Mimpi Pemain Muda NTT

 

Hugo Venansius Nahak bersama Ildefonsa Nahak dan dua pemain muda Eksan Eran dan Rizky Ramadhan (Foto: Dok. Hugo)


Semula berawal dari mimpi. Jutaan anak bermimpi menjadi ternama dan kaya dari sepakbola. Menjadi Messi, Ronaldo, Lamine Yamal atau Mbape.

Menggapai mimpi itu tak hanya membutuhkan kerja keras, keuletan dan harus diperjuangkan. Semua itu punya jalannya sendiri, yang kadang tak bisa ditebak arahnya darimana atau datangnya kapan.

Salah satu pembuka jalan untuk para pemain muda yang ingin mewujudkan mimpinya adalah sosok seperti Hugo Venansius Nahak. Pengusaha muda kelahiran Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini dikenal punya kepedulian besar terhadap para pemain muda.

Hugo mulai mengumpulkan para pemain muda asal Atambua sejak 2010. Namun, seiring dengan belum bangkitnya sepakbola NTT, meski banyak talenta yang bisa berbicara di kancah sepakbola nasional, Hugo menjadi lebih serius mengumpulkan

Dalam dua tahun terakhir sudah lebih dari 10 pemain ia datangkan dari NTT untuk berlatih dan mengikuti seleksi di beberapa klub, baik yang ikut dalam kompetisi Liga 3, 2 dan 1.

Keseriusan Hugo tak lepas dari keberhasilan salah satu anak asuhnya, Rizky Ramadhan yang berasal dari Jasinga, Bogor dan pada 2023 tergabung di kelompok usia 18 tahun (U-18) di salah satu akademi klub Liga 1.

Hugo tak henti mencari para pemain muda dari NTT, seperti dari Malaka atau Atambua yang akan dibantunya. Satu pemain berbakat ditemukan dan diajaknya ke Jakarta, yakni Rey Halek dari Atambua yang masuk kelompok U-18.

Rey mengikuti seleksi Tim PS Universitas Muhamadiyah Jakarta (PS UMJ), dan akhirnya lolos setelah berhasil menyisihkan banyak calon pemainnya dari berbagai daerah. Keberhasilan ini membuahkan beasiswa full selama kuliah,

Meski keberhasilan itu baru pada tahap klub sepakbola universitas, namun hal itu merupakan hal menggembirakan. Banyak anak muda lainnya di Atambua dan Malaka terpacu semangatnya untuk bisa mengikuti jejak Rey.

"Tantangan terbesar adalah bagaimana caranya meyakinkan orangtua para pemain itu untuk diizinkan merantau meninggalkan kampung halaman. Tapi berkat upaya yang  luar biasa, didukung oleh isteri, mereka akhirnya mengizinkan anak-anak dibawa ke Jakarta," tutur Hugo saat berbincang di sebuah kafe di Jakarta Selatan.

Para orangtua itu makin ikhlas melepas anak-anaknya setelah Hugo dan isterinya, Ildefonsa Nahak memberikan jaminan hidup di Jakarta. Selain itu, fasilitas latihan dan peluang untuk bergabung dengan klub Liga 3, 2 dan 1.

Suami isteri penggila sepakbola itu menyediakan mess, gizi dan supleman untuk meningkatkan ketahanan tubuh dan otot. Sedangkan untuk peningkatan skill dilakukan latihan mandiri.

"Dalam waktu dekat, adik-adik itu akan mendapatkan program latihan dari dua pelatih top, yang secara sukarela membantu. Mereka terkesan dengan apa yang sudah saya lakukan untuk NTT, meski dalam skala kecil," ujar Hugo yang merupakan anak ketiga dari lima bersaudara itu.

"Tantangan terbesar adalah bagaimana caranya meyakinkan orangtua para pemain itu untuk diizinkan merantau meninggalkan kampung halaman. Tapi berkat upaya yang  luar biasa, didukung oleh isteri, mereka akhirnya mengizinkan anak-anak dibawa ke Jakarta," tutur Hugo saat berbincang di sebuah kafe di Jakarta Selatan.

Para orangtua itu makin ikhlas melepas anak-anaknya setelah Hugo dan isterinya, Ildefonsa Nahak memberikan jaminan hidup di Jakarta. Selain itu, fasilitas latihan dan peluang untuk bergabung dengan klub Liga 3, 2 dan 1.

Suami isteri penggila sepakbola itu menyediakan mess, gizi dan supleman untuk meningkatkan ketahanan tubuh dan otot. Sedangkan untuk peningkatan skill dilakukan latihan mandiri.

"Dalam waktu dekat, adik-adik itu akan mendapatkan program latihan dari dua pelatih top, yang secara sukarela membantu. Mereka terkesan dengan apa yang sudah saya lakukan untuk NTT, meski dalam skala kecil," ujar Hugo yang merupakan anak ketiga dari lima bersaudara itu.

Motivasi lain yang membuat Hugo makin terpacu untuk mengantarkan talenta-talenta muda NTT adalah dorongan dari Eddy Syahputra, agen pemain kawakan.

Bagi pengusaha yang berbisnis ban truk dan bus untuk pertambangan ini para pemain muda merupakan "Mutiara tersembunyi dari NTT."

"Mereka hanya  perlu diasah dan dilatih dengan baik, karena secara alami anak-anak NTT memiliki bakat alam untuk bermain bola. Mereka hanya perlu dibimbing dengan cara yang tepat untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya."

"Nantinya, sepakbola menjadi suatu kebanggaan bagi masyarakat terutama para pemain bola, sekaligus juga memberikan masa depan yang cerah bagi para pemain jika mampu menembus tim-tim papan atas di Liga Indonesia. Bahkan menembus tim nasional," kata Hugo dengan tegas.

Saat ini dua pemain muda yang jadi anak asuhnya dari NTT, Eksan Eran dan Rizky Ramadhan berhasil bergabung dengan tim U-20 Persita Tangerang.

Selain itu, tambah ayah dua anak (Anna Sergia dan Alma Florentina) itu, masih ada  4 anak muda yang saat ini dipersiapkan untuk bisa bergabung di Liga 3 atau Liga 2, yang terus dipantau oleh Eddy Syahputra.

Hugo juga mengamati perkembangan sepakbola NTT yang dalam beberapa tahun terakhir makin membaik. Kondisi ini memberi aura positif bagi para pemain muda berbakat NTT untuk mulai menunjukkan kemampuannya. Tidak kalah dengan saudara-saudara dari Papua dan Maluku.

Apalagi, tambahnya, banyak pengusaha dan politisi yang peduli serta berbuat untuk sepakbola NTT.  Seperti ditunjukkan oleh Farry Francis dan Serena Francis sebagai pemilik Akademi Bintang Timur Atambua.


Inspirasi

Tentang peluang bagi para pemain muda untuk menembus klub profesional, bahkan ke timnas, Hugo melihatnya sebagai suatu tantangan tersendiri bagi dirinya maupun para pemain tersebut.

Importir ban merk Tire AOTELI itu mengingatkan para pemain, jika mendapatkan kesempatan trial dan diterima di sebuah klub, jangan cepat merasa puas. Banyak pemain ternama memulai kariernya di klub kecil atau tak ternama, sebelum dilirik pemandu bakat.

Ia memberi contoh pemain idolanya, Cristiano Ronaldo, yang mengawali kariernya bersama klub lokal bernama Clube Desportivo Nacional of Madeira sebelum hijrah ke Sporting Lisbon pada 1997.

Ronaldo bermain untuk tim junior selama beberapa tahun hingga sukses menembus tim utama pada 2002.

Perlahan tapi pasti, Ronaldo sukses merumput dengan berbagai klub besar. Mulai dari Sporting Lisbon, Manchester United, Real Madrid, Juventus hingga Al Nassr.

Sedangkan beberapa pemain ternama berdarah NTT juga bisa menjadi inspirasi. Sebut saja Marselino Ferdinan yang ayahnya kelahiran Bajawa Kabupaten Ngada, NTT. Ferdinan merupakan salah satu andalan timnas Indonesia, yang kini membela Oxford United, tim asal Inggris. Sebelumnya Marselino pernah menjadi gelandang serang untuk tim Divisi Pertama B Belgia Deinze.  

Begitu juga Yabes Roni Malaifani, gelandang serang Bali United, berasal dari Pulau Alor, Ibrahim Sanjaya, kelahiran Kecamatan Kota Waikabubak, serta Muhamad Kasim Botan berasal dari Pulau Adonara.

"Mereka menjadi bintang dengan kerja keras, tekun dan tidak cepat berpuas diri. Peran pelatih, pihak-pihak yang peduli dan membuka jalan dalam perjalanan karier mereka tidaklah kecil," imbuhnya.

Hugo yakin, "Mutiara tersembunyi dari NTT" akan mewarnai klub maupun timnas di masa depan. Seperti mimpi para putera daerah yang sudah mengulurkan tangan, membuka jalan bagi para pemain muda berbakat dari provinsi yang berjulukan "Nusa Cendana" tersebut. ***

Artikel Utama
Sumber : https://www.kompasiana.com/johannessugianto/66fb2fc4ed64156a99587c23/hugo-mengantarkan-mimpi-pemain-muda-ntt?page=4&page_images=1



0

Rontini, Palang Pintu Potensial yang Sayang Tidak Dimanfaatkan Secara Maksimal

Rontini dan isterinya, Amanda Gonzales (Foto : IG gonzalesamanda10)


Bermain di hadapan 40-50.000 penonton ternyata punya banyak makna, dan penting bagi seorang Christian Rontini. Dari situ ia terpacu untuk mengembangkan potensinya sebagai pesepakbola profesional.  

Rontini merupakan pemain yang baru menjajal kompetisi di Indonesia setelah bergabung dengan Persita Tangerang di musim 2023/2024.Pemain Timnas Filipina itu segera merebut perhatian dengan performanya yang apik sebagai pemain belakang.

Lelaki kelahiran Bagno a Ripoli, sebuah kota di Italia pada 20 Juli 1999 itu juga bisa diplot sebagai gelandang bertahan dan bek kanan.

Di Persita Tangerang, lelaki kelahiran Bagno a Ripoli, sebuah kota di Italia pada 20 Juli 1999 sudah bermain dalam 29 laga selama 2378 menit. Bahkan mencetak gol debutnya bagi Pendekar Cisadane saat menjamu PSIS Semarang di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, 8 Juli 2023. 

"Saya pun dengan sekuat tenaga berlari, mungkin 150 meter lebih jaraknya ke arah tribune utara. Momen yang sangat spesial!," ujarnya saat menceritakan kegembiraannya mencetak gol, seperti dilansir dari situs resmi Persita Tangerang.

Bagi Rontini yang sudah mencetak tiga gol dan satu assist saat membela Persita Tangerang, bermain di Indonesia memberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.

“Bermain di hadapan 40-50 ribu penonton merupakan pengalaman yang menakjubkan. Itu membuat saya memahami apa arti menjadi seorang profesional, dan mampu mengelola tekanan di lapangan,” ujarnya saat berbincang di kafe di Senayan, Jakarta beberapa waktu lalu.

Baginya, kehangatan dan dukungan suporter membuatnya takjub pada Liga 1 seperti suporter Persita, PSS Sleman dan Persija. Belum lagi banyak budaya dan gaya bermain dalam setiap tim, dengan keragaman pemain lokal dan asing. Ini membuat liga menjadilebih kompetitif dan menarik. 

Meski menjadi andalan Persita Tangerang di belakang, namun Rontini yang menikah dengan Amanda Gonzales (putri pemain legendaris Cristian Gonzales) pada 28 Oktober 2023, harus meninggalkan klub itu. Ia lalu berlabuh ke Madura United sejak Juli 2024. 

Bersama Laskar Sapeh Kerrap, Rontini sudah bermain selama 5 kali dan mencatatkan dua  assist. Meski tidak bermain full time, namun ia mampu memberikan kontribusi bagi secara maksimal.

Tentang statusnya sebagai menantu El Loco, julukan sang mertua, Rontini menganggap hal itu sebagai dua sisi. Selain merupakan hal yang memberi keistimewaan tertentu, juga pada saat yang sama memberi beberapa tekanan.

“Tetapi bagi saya sungguh menyenangkan memiliki sosok seperti dia di sisi saya. Dimana kami sering membicarakan aspek-aspek yang perlu saya tingkatkan dan menganalisis tim lain,” tambahnya.  


Pengalaman

Bisa dikatakan sepakbola segalanya bagi Rontini. Ia menyukai olahraga ini sedari kecil. 

“Saya menyukai segala sesuatu tentang permainan itu sendiri, dan khususnya semua aspeknya: adrenalin yang saya rasakan setiap kali melangkah ke lapangan, kompetisi dengan lawan saya, pengorbanan yang Anda lakukan setiap hari untuk meningkatkan diri,” tuturnya.

“Saya suka suaranya bola saat ditendang, dan aroma rumput di lapangan yang baru dipotong. Seperti obsesi yang saya rasakan terhadap permainan sepak bola.”

Filosofi dari lapangan, atmosfir pertandingan dan bau rumput yang baru dipotong tak berbeda dengan yang dirasakannya sebagai pengagum Ronaldinho, Cristiano Ronaldo dan Zidane.

Ketiganya, katanya, memberikan segalanya untuk olahraga ini. Sebelum menjadi  legenda dan ikon, mereka sangat menyukai olahraga ini dari A hingga Z. Itu yang ia kagumi dari mereka.

“Pastinya semangat, dedikasi dan konsistensi mereka,” ujarnya.

Kecintaan pada sepakbola itu juga mengantarnya berkiprah di beberapa klub dalam usianya yang terbilang muda, kini 25 tahun. Rontini punya banyak pengalaman sejak mulai meretas perjalanannya sebagai pesepakbola profesional. 

Di Italia, negara tempat kelahirannya, ia sempat memperkuat klub Serie D, Verbania dan Sangiovannese.

Meskipun lahir di Italia, Christian Rontini memang punya darah campuran. Sebab, ayahnya berkebangsaan Italia, sedangkan ibunya berasal dari Filipina.

Ia kemudian hijrah ke Filipina pada 29 Januari 2020, memperkuat ADT sebagai pemain pinjaman, hingga akhir tahun kembali ke Italia dan bergabung dengan Antella.

Pemain bertinggi 186 sentimeter itu lalu menjajal Liga Malaysia, dengan memperkuat Penang FC pada Februari 2022. Hanya semusim bersama Penang FC ia lalu bergabung dengan Kelantan FC dengan lima kali penampilan, sebelum memutuskan 
dengan Persita Tangerang.

Di timnas Filipina, Rontini  yang seorang mualaf dengan nama Yaser Ali kerap menjadi pemain andalan tim yang berjulukan The Azkals itu. Ia sudah mengemas 16 caps. Debut golnya terjadi saat Filipina  menghadapi Afghanistan   di Stadion Rizal Memorial pada 12 September 2023.
Christian Rontini mengaku gol itu berbeda dengan level klub, apalagi itu merupakan gol pertamanya bagi timnas Filipina.

"Ini level yang berbeda. Itu adalah sesuatu yang diimpikan semua pemain. Anda selalu bermimpi mencetak gol untuk tim nasional," ujar Rontini dikutip dari ESPN, 14 September 2023.


Potensial

Menjadi pertanyaan tersendiri, kenapa Persita Tangerang melepas Rontini yang menjadi pemain andalannya?.

Bermain dalam 29 laga, dan mencetak tiga gol selama membela klub berjuluk Pendekar Cisadane itu adalah catatan yang impresif bagi seorang pemain bertahan.  

Belum lagi usianya yang terbilang muda, masih ada waktu cukup lama untuk membuatnya lebih matang dan tangguh bagi barisan pertahanan Persita.

Berbicara usia, orang bisa melihat ketangguhan mertuanya, Cristian Gonzales yang tetap tajam sebagai predator di usianya yang kepala empat. Konsistensi menjaga stamina, pola makan dan minum, tidak besar kepala bisa menjadi contoh bagi Rontini untuk menjadi pemain yang lebih hebat lagi.

Kini di Madura United, melihat statistik hingga 14 November 2024 pemain bernama lengkap Cristian Mangaron Rontini ini baru dimainkan dalam 5 laga dengan dua assist dan satu kartu kuning.

Kemampuannya menempati posisi gelandang bertahan pun bisa dimaksimalkan. Seperti yang pernah dilakukan pada pertandingan kedua Grup B Piala Presiden 2024 saat menang 3-2 atas Bali United.

Tinggal bagaimana klub memaksimalkan potensi Rontini sebagai pemain yang bisa di taruh di lini pertahanan sebagai bek, atau menjadi gelandang bertahan. Sangat disayangkan jika pemain muda potensial seperti dirinya lebih banyak duduk di bangku cadangan.

Pada sisi lain, menjadi tantangan tersendiri bagai Rontini untuk menunjukkan penampilannya agar menjadi andalan klub, dan ikut mengangkat posisi Madura United.

Rontini mampu menunjukkan itu di sisa musim kompetisi 2024/2025 ini. ***

Artikel Utama Kompasiana

Sumber :https://www.kompasiana.com/johannessugianto/6742f5f5c925c466b0102d92/rontini-palang-pintu-potensial-yang-sayang-tidak-dimanfaatkan-secara-maksimal?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Mobile

Thursday, November 21, 2024

0

Warung Dab Minthoel dengan Menu Lebih Banyak dan Sambal Terasi yang Khas

 

Agus Winarno di depan warung penyetan "Dab Minthoel (Foto : Yo)

"Dab Minthoel" mencuri perhatian para penggemar kuliner di Jogjakarta. Warung penyetan Lamongan ini mempunyai menu yang lebih banyak dibandingkan dengan warung penyetan pada umumnya.

Menu yang lebih banyak itu ditunjang dengan cita rasa sambal terasi yang khas.

Warung yang didirikan oleh FX. Agus Winarno dan isterinya, Brigita Andre Kurnia Indarto itu punya tiga sambal andalan yang disukai para pengunjung. Ketiga andalan itu adalah sambal terasi, sambal bawang dan tomat.

"Sambal terasi yang menurut pengunjung bikin "nagih"," kata Agus saat berbincang di Dab Minthoel, yang berlokasi di Jalan Sengkan Raya no.36B, Joho, Condongcatur, Kecamatan Depok, Sleman baru-baru ini.

Warung yang baru dibuka di awal Februari 2024 segera menyedot para penggemar kuliner, khususnya penyetan. Apalagi jam operasionalnya terbilang lebih lama, dari pukul 12.00 hingga 23.00 WIB. Durasi yang tepat dijalankan, sebagai strategi menyasar pengunjung saat makan siang, dan yang ingin menikmati malam dengan menu penyetan.

Agus menuturkan, dalam bahasa Jawa gaul Dab berarti Mas. Sedangkan Minthoel itu panggilan akrabnya di kalangan keluarga dan teman-teman di kampung.

"Sebenarnya nama asli panggilannya adalah Winthul, karena diambil dari nama belakang saya yaitu Winarno terus diplesetkan menjadi Winthul," jelas Agus sambil tertawa.

Agus dan isterinya pada 2023 ingin membuka usaha untuk tambahan penghasilan. Bisnis kuliner yang ingin dicoba tapi seperti apa masih belum mendapatkan apa yang menarik dan tepat untuk dijalani.

Lalu ada kerabat yang mengusulkan untuk mencoba makan di warung penyetan Pak Tri di Solo, untuk melihat menu apa yang disajikan. Agus yang bekerja sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil) di Magelang lalu mengajak isterinya ke Solo sampai dua kali.

Merasa cocok dengan menu yang disajikan dan konsep penyajiannya, keduanya lalu mencari tempat yang dinilai strategis, melakukan renovasi seperlunya dan bersiap mengoperasikan Dab Minthoel yang jika disingkat menjadi DM..

|Seperti warung-warung penyetan Lamongan lainnya, DM memasang spanduk berwarna dasar putih dan tampilan gambar serta tulisan menyolok.  Secara umum isi spanduk dan gaya lukisannya sama. Nama warung, lukisan bahan menu lauk dan juga nomer telepon dengan warna-warna Asturo atau fluorecent. Hijau muda, kuning, serta orange.

Andalan

Menu yang lebih banyak dari warung penyetan lainnya di DB terbagi dalam Serba Goreng dengan 18 jenis ikan dan lalapan, Bakar (4 jenis termasuk uritan), Bakar Pedes (pepes nila dan belut) dan Sayuran (cah kangkung dan sawi).  

"Jika bicara soal menu andalan, ada kulit, pepes bakar nila pedes dan pepes bakar belut pedas. Ketiga menu itu yang paling banyak dipesan pengunjung. Kulit  ayam goreng sangat jarang sekali warung lamongan yang menyediakan," jelas Agus.

Satu porsi kulit ayam yang digoreng hingga terasa kriuknya hanya dibandrol Rp 14.000 tanpa nasi. 


Sedangkan untuk minuman, selain tersedia teh dan jeruk, juga ada kelapa muda. Cukup dengan Rp 8 ribu sudah menikmati segelas kelapa muda murni, tanpa gula dan es. 

Melihat menu dan harga yang dipatok, terasa murah dibandingkan dengan nikmat yang didapat. 

Kepala ayam goreng misalnya hanya Rp 7.000, sedangkan paling mahal pepes nila Rp 28.000. 

Pelanggan warung DM tak hanya pengunjung yang datang hingga tengah malam, saat hendak tutup, tapi juga mereka yang order untuk dikirim ke kantor sebagai lauk makan siang.

Mereka biasanya memesan melalui Whatsapp ke Agus atau isterinya, lalu esoknya diantar sesuai menu yang diinginkan.

"Mereka tak hanya tahu saat berkunjung, tapi juga dari mulut ke mulut. Getok tular. Testimoni seperti itu penting bagi kemajuan warung DM. Itu harus dijaga," tambahnya.

Merawat

Meski belum setahun menjalankan bisnis penyetan Lamongan, namun Agus yang ayah tiga anak itu  sudah menyadari adanya persaingan dengan lainnya.

Malam yang makin larut, pengunjung masih ramai di warung DB (Foto : Yo)

Itu bukan masalah,  karena namanya berbisnis pasti ada persaingan. Masalahnya kan seperti apa strategi bersaing itu. Selama fair, tak ada masalah. Sama-sama menyajikan menu dan pelayanan yang terbaik.

Apakah ada yang tidak sehat? Kita tidak tahu, dan tidak inginkan itu. Saya yakin tiap warung punya kelebihan masing-masing. Itu saja yang harus dipertahankan, tambahnya.

Bagi Agus, fokus pada bisnis adalah hal utama. Bagaimana mempertahankan pengunjung setia, dan yang baru mengenal warung penyetan DM.

"Kita hafal pengunjung tetap, yang setia datang, jam berapa biasanya datang. Ini yang harus kita jaga, kita rawat agar tidak berpaling ke warung lainnya. Caranya, ya melayani dengan baik, mempertahankan rasa, menyajikan menu yang masih fresh," ujar Agus.

Berbicara tentang ekspansi usaha dengan membuka cabang, ia mengatakan hal itu merupakan rencananya bersama sang isteri. Namun hal itu tak bisa dilakukan dengan segera atau tergesa-gesa. Lokasi misalnya, meski di pinggir jalan besar tapi jika sepi juga bukan merupakan hal yang menguntungkan.

Di tengah obrolan saat warung penyetan DM hendak tutup, datang sebuah mobil cat putih memasuki area parkir yang cukup luas itu.

"Itu pelanggan setia, yang sering datang hampir tengah malam begini," jelas Agus.

Malam pun terus beranjak. Karyawan mulai berbenah, untuk kembali berjualan lagi esok harinya. Lampu yang terang menyinari spanduk besar warung DM. Benderang menghalau gelapnya jalanan.

Warung penyetan DM terus mengayunkan langkahnya menjadi lebih baik, lebih berkembang seiring usaha dan doa. ***


Sumber : https://www.kompasiana.com/johannessugianto/671cdeabed6415753f3fbdb2/warung-dab-minthoel-dengan-menu-lebih-banyak-dan-sambil-terasi-yang-khas?page=4&page_images=1






 

 



 

0

"DREAM EXPRESS" - Eighties Music Party, Menggali Kenangan Slow Rock 80-90an

 In a dream it would seem

I went to those who close the open door
And turning the key I sat and spoke to those
inside of me

They answered my questions with questions
And they pointed me into the night
Where the moon was a star painted dancer
And the world was just a spectrum of light

(Petikan lagu “Question” dari Manfred Mann's and Earth Band)

Flyer DREAM EXPRESS Eighties Music Party (Foto : Istimewa)

Kaset sudah tidak dikenal lagi oleh generasi masa kini. Tapi beda jika berbicara dengan mereka yang mengalaminya di era 1980 dan 1990-an, saat masih jadi siswa  atau sudah mahasiwa.

Salah satunya yang menjadi kenangan tak terlupakan generasi saat itu adalah kompilasi lagu-lagu terbaik yang diedarkan oleh perusahaan rekaman Atlantis Record (AR). Kumpulan lagu ini dikemas dengan judul “Dream Express Heavy Turns Pop”, yang lebih dikenal dengan sebutan Dream Express.

 Kaset keren yang direkam menggunakan pita Maxel UD berdurasi 60 menit itu beredar pada awal 1980-an dengan kemasan yang istimewa. Tak hanya pada pemilihan lagu-lagunya tapi juga sisi artistiknya.

Pemilihan judul itu sendiri mengandung arti bahwa di dalam kaset tersaji lagu-lagu lembut dari band beraliran keras. Lagu lembut yang diharapkan akan membuat kita mendengarkan serasa dalam kereta mimpi.

Tampilan Dream Express memang terbilang mewah, dikemas dalam boxset, terdiri dari kaset plus buku yang berisi sekelumit cerita, lirik dan terjemahannya. Tentu juga tak ketinggalan foto-foto grup band.

Dream Express tak pelak menumbuhkan kekaguman, kenangan dan kerinduan untuk para penggemar musik untuk bernostalgia, bertemu dan bersenandung lagu-lagu slow rock yang tak ada matinya.

Kerinduan pada lagu-lagu Dream Express yang direkam hingga 8 serie itu akan coba dipuaskan dalam event dengan tajuk "DREAM EXPRESS" - Eighties Music Party" pada 22 Desember 2024 di ODETTE - Buffet Lounge & Dining Jl.Sunandar Priyo Sudarmo no. 30, Malang mulai pukul 20.00 WIB.

 “Bagi pecinta musik yang mengalami masa remaja di era Dream

Express series ini, lagu-lagunya tertancap kuat di ingatan.

Tak terlupakan sebagai kenangan di masa itu,” kata Ary Gembong, salah satu penggagas dan panitia saat berbincang di sebuah kafe baru-baru ini.

 “Dari situlah, kami terinspirasi menjawab kerinduan pecinta musik kota Malang dan sekitarnya, yang masa remajanya bersama"Dream Express" untuk bernostalgia dan bereuni dalam satu konser musik.”

Di acara-acara musik dan kafe-kafe di Malang, yang pernah menjadi barometer grup rock pada era 1980-an, menurut anggota panitia lainnya, Rini Herinawati selama ini dominan menampilkan musik kekinian.

Padahal, lanjut Rini, tidak sedikit mereka yang mengharapkan adanya event dengan sajian musik rock tahun 80 dan 90-an.

Apalagi, anak-anak muda sekarang juga tertarik untuk mengoleksi kaset. Sesuatu yang tidak terduga tapi trennya terus meningkat dari tahun ke tahun.

Beberapa musisi yang akan tampil antara lain Yudi (drummer), Tata (keyboard), Siti (bass), Ocky (gitar) serta Ari, Trondol, Troy, Sandi dan Eva sebagai vokalis.

“Acara ini tak hanya pada tahun ini saja, tapi akan diadakan secara rutin. Pengunjung membeli tiket masuk, dan karena lokasinya adalah klub dan resto, mereka bisa memesan makanan dan minuman sendiri,” ujar Ary Gembong.

Menurutnya ada alasan khusus kenapa ia harus hadir di event ini. "Di sini bisa bertemu pecinta musik slow rock lainnya, tak hanya dengan yang sejaman tapi juga lintas generasi.

Ia optimis para penggemar musik rock era 80 dan 90an tidak akan melewatkan event akhir tahun 2024 yang sudah ditunggu sekian lamanya ini.

Ditargetkan 400 orang akan hadir menikmati sajian musik nostalgia Dream Express yang menyediakan tiket dua kelas yakni Rp 150.000 untuk Center Seat dan Rp 100.000 di Wing Seat. Target para pengunjung adalah mereka yang merupakan siswa SMP/SMA dan Mahasiswa di era 80-90an

Selain menikmati sajian lagu-lagu kenangan, pengunjung juga bisa membeli kaos yang sengaja dibuat khusus, bertuliskan Dream Express dan dijual dengan harga Rp 100.000.

Lagu-lagu balada yang tak luntur ditelan jaman, seperti Temple of the King dari Rainbow dengan Richie Blackmore, Love of My Life (Queen), Belladona (UFO), Question (Manfred Mann), “Stairway to Heaven” (Led Zeppelin) atau “Soldier of Fortune (Deep Purple) akan menjadi sajian yang dinanti.

Para penggemar pun bersiap untuk terbuai dalam mimpi indah dalam "DREAM EXPRESS" - Eighties Music Party"22 Desember 2024 mendatang. Seperti harapan panitia, acara ini menjadi ajang bernostalgia & reunian remaja kota Malang era 80-90an***

Sumber: https://www.kompasiana.com/johannessugianto/6735cbe2c925c428277ee474/dream-express-eighties-music-party-menggali-kenangan-slow-rock-80-90an