semestinya aku merayakan dengan gembira. kita bisa
membuat cerita baru, usai menikmati hari-hari yang berat.
dimana kita belajar menerima kemenangan dan kekalahan.
tetapi semua tinggal harap dan mimpi. aku merayakannya sendiri.
kisah kita berakhir begitu saja. masa yang pernah
dilalui kau injak dengan sepatu angkuhmu. kau menjadi
asing, berbicara dengan bahasa asing. kadang aku
bertanya siapakah dirimu saat ini. aku ingin tahu
tapi kau menghindar hingga membisu.selamanya.
getar waktu menyampaikan berita, suara-suara ganjil.
harapan, kecemasan dan kesedihan menggenang. aku
tak bisa lagi menyapamu.
pakis, 2025

No comments:
Post a Comment